12 August 2011
Bagaimana Agar Departemen SDM Tidak Dibenci?


Untuk meng-empower talent-talent yang ada di Kompas Gramedia, panitia Empowering Talent 2011 Kompas Gramedia mengusung sebuah program Journey to Exellence 2011. Untuk mendukung program tersebut, panitia Empowering Talent mengundang Steve Sudjatmiko pada tanggal 10 Agustus 2011 untuk berbagi pengetahuannya agar Departemen SDM (Human Resources) yang kita miliki dapat berbuat lebih baik lagi bagi perusahaan dan terutama bagi karyawan-karyawan Kompas Gramedia. Acara berbagi pengetahuan ini diadakan di ruang Ruby 2-3 gedung Palmerah Barat dari pukul 14.00 hingga 17.30 dan dimoderatori oleh Mba Wahyu, manager HR Sonora.

Mengusung tema “How HR makes a real difference?”, Steve, pertama-tama, mengemukakan apa yang sebenarnya menjadi tujuan HR. HR ada untuk mengikat orang-orang berkualitas untuk tetap setia pada perusahaan, ungkap Steve. Pengarang buku “Mengapa Departemen SDM dibenci?” ini menambahkan bahwa ada kalanya departemen SDM dibenci oleh orang-orang di lingkungan perusahaan dalam menjalankan tugasnya. Mengapa? Steve mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang dapat membuat departemen SDM dibenci. Salah satunya adalah sudut pandang lama yang masih dianut oleh orang-orang SDM. Steve menyebutkan bahwa Stone Age Mentality-sudut pandang lama yang masih dianut- membuat orang-orang SDM berpikiran bahwa karyawan adalah sebuah alat yang dapat digunakan oleh perusahaan dan karyawan adalah pihak yang membutuhkan perusahaan karena karyawan yang membutuhkan pekerjaan. Ketidakadilan sikap dari orang-orang SDM juga menjadi penyebab SDM dibenci. Kadang kala orang-orang SDM menunjukkan sikap yang berbeda pada karyawan-karyawan. Selain itu, sikap tidak mau membantu (unhelpful attitude) juga menjadi penyebab departemen SDM dibenci. Orang-orang departemen SDM tidak mau membantu karyawan-karyawan yang membutuhkan bantuan mereka. Mereka meminta karyawan untuk selalu menunggu.
 
Untuk mengatasi permasalahan dibencinya departemen SDM ini, Steve memberikan beberapa solusi.
 
a.      Departemen SDM harus dapat menciptakan atau menumbuhkan prestasi pada jajaran yang terlibat di dalamnya. Ada tiga hal yang dapat membuat orang berprestasi yaitu: tahu, mampu dan mau. Departemen SDM harus dapat menumbuhkan ketiga hal ini pada karyawan-karyawan.
b.      Departemen SDM harus dapat menumbuhkan kepercayaan dari karyawan-karyawan terhadap departemen ini. Steve mengungkapkan sebuah rumus bagaimana menumbuhkan sebuah kepercayaan. Kepercayaan seseorang kepada kita berbanding lurus dengan kemampuan kita, kemampuan kita menepati janji dan keintiman kita dengan orang lain serta berbanding terbalik dengan pengutamaan diri. Orang akan semakin percaya kepada kita bila kita kita semakin mampu mengerjakan tugas kita, kita dapat menepati apa yang telah kita ucapkan dan bagaimana kita bisa menjadi intim dengan orang lain. Untuk menjadi intim, Steve mengungkapkan bahwa kita harus benar-benar tahu tentang orang tersebut. Kepercayaan orang akan menurun bila kita lebih mengutamakan diri kita sendiri.
c.       Solusi berikutnya yang ditawarkan oleh Steve adalah departemen SDM harus bisa care (peduli) pada karyawan-karyawan. Untuk bisa peduli pada orang lain, dibutuhkan sebuah usaha untuk mengenal orang tersebut lebih jauh. Kita harus tahu bagaimana perjuangan karyawan dalam menjalankan tugasnya. Kita juga harus tahu kendala-kendala yang dihadapi agar tugasnya terselesaikan. Dengan mengenal orang lain, kita bisa menumbuhkan perasaan peduli dan bahkan sayang. Steve menganalogikan care ini seperti kepedulian orang tua pada anaknya. Diharapkan departemen SDM selalu memiliki waktu untuk karyawan.
d.      Oval: TrustCommunicate atau komunikasi adalah solusi berikutnya yang dikemukakan Steve. Diharapkan, komunikasi yang terjadi antara departemen SDM dan karyawan tidak hanya satu arah tetapi dua arah. Selain itu, dalam berkomunikasi, diharapkan departemen SDM tidak hanya menanyakan tentang pekerjaan. Tetapi juga bisa bertanya tentang hal-hal pribadi seperti keadaan hari ini atau kondisi keluarganya.
e.      Oval: TrustSolusi terakhir yang dapat membuat departemen SDM disukai adalah coach. Departemen SDM harus bisa menjadi konsultan bagi karyawan-karyawan. Departemen SDM diharapkan mampu memberikan solusi dan pelatihan agar karyawan dapat menyelesaikan masalahnya.
 
Oval: TrustSolusi-solusi inilah yang menjadi difference (perbedaan) antara departemen SDM yang dibenci dan disukai. Dengan menjalankan solusi tersebut, departemen SDM dapat mengubah sudut pandang yang dianut dari Stone-age mentality menjadi digital-age mentality yang tidak ketinggalan jaman lagi sehingga departemen SDM dapat beranggapan bahwa karyawan adalah partner, peran SDM adalah konsultan dan dalam men-training karyawan, departemen SDM dapat menyadari bahwa fungsi kebutuhan pelatihan adalah visi yang ingin dicapai perusahaan di masa depan.
 
Untuk menutup acara berbagi pengetahuan ini, Steve Sudjatmiko menawarkan hadiah berupa sebuah laptop. Untuk mendapatkan laptop ini, teman-teman karyawan Kompas Gramedia (siapapun, tidak harus dari HR) diharapkan menulis sebuah pengalaman pribadi dengan departemen SDM atau HR (baik Corporate HR atau HR unit) dan mengirimkan tulisan tersebut ke stevesudjatmiko@yahoo.com. Penulis pengalaman yang paling menarik akan mendapatkan laptop tersebut. Jadi, tunggu apa lagi?
 
Angga (L&D)

Page: 01